Tadi malam saya baru saja menonton film berjudul GRIDIRON GANG, film yang dirilis pada 15 September 2006 oleh Columbia Pictures. Film yang disutradarai oleh Phil Joanou ini diangkat dari kisah nyata. Film ini mengisahkan seorang Sean Porter (Dwayne Johnson) bekerja di Pusat Penahanan Kilpatrick Los Angles .
Filmnya keren, difilm itu aku diajarin untuk bagaimana kita mengontrol emosi, bagaimana kita mengasihi orang tua (khususnya ibu) dan bagaimana kita memaafkan seseorang.
Dan aku inget satu quote nya si Sean Porter
“You are all losers, But if you stick with the program you could all be winners at the end.”
Entah dari mana aku bisa memikirkan bahwa kondisi kita, kondisiku yang sekarang ini adalah seorang pecundang, namun saat ini juga jika kita menaruh semua harapan yang bertumpu pada Iman percaya sama Tuhan. Quote itu seperti menegaskan jika aku seorang pecundang, seorang yang terbelakang tetap berada dalam program Tuhan, program yang mengasah kebajikan kita program yang mengasah kita untuk lebih baik ke depannya, di quote itu menegaskan bahwa kita akan keluar sebagai pemenang, kita nggak akan dianggap sebagai pecundang lagi.
Seperti halnya team football Mustangs yang walaupun akhirnya mereka kalah dalam final pertandingan akhir musim, mereka tidak dianggap pecundang oleh orang-orang karena mereka telah menunjukan yang terbaik karena meraka telah melakukan sesuatu yang benar dan orang banyak dapat melihat hal itu. Sesuatu perubahan dari para pecundang, dari para remaja nakal yang telah ditempa hidupnya, yang telah diajar dengan benar.
Mereka, para Mustangs awalnya bukan apa-apa hanya seorang pribadi yang dikenal buruk oleh orang lain, orang-orang pelaku kriminal yang memperoleh pertentangan dari banyak orang. namun setelah mereka mengikuti program, setelah mereka terus berjalan dalam aturan-aturan yang benar pada akhirnya mereka menjadi seorang pemenang.
Seperti kita, terkadang kita sedang berada pada posisi hidup yang begitu menyengsarakan, begitu hina, begitu memalukan, kita direndahkan oleh orang-orang di sekeliling kita bahkan oleh orang tua kita. Kita seseorang yang tak dianggap. Tapi kita semua mempunyai kesempatan untuk berubah sekecil apapun kesempatan itu, ya kita bisa berubah. Asal kita mau, asal kita mau menjadi seseorang yang lebih berguna seseorang yang tidak hanya dianggap “seonggok daging berjalan” mengikuti aturan-aturan mengikuti ’program’ pemulihan dalam diri kita, meninggalkan perlakuan-perlakuan buruk kita di masalalu. Kita bisa, kita pasti bisa jadi pemenang.
Dan sekarang pertanyaannya
APAKAH KAU MAU JADI SEORANG PEMENANG? APAKAH KAMU MAU BERUBAH?
ya aku mau
sekarang tataplah masa depanmu, tinggalkan masalalumu yang buruk itu
Kiranya tulisan ini berguna, terimakasih bagi yang udah membaca
JBU all
